Padat Karya Jogja Istimewa Dorong Akses Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat di Sendangsari

02 Januari 2026
NUNIK GANDAR REANI
Dibaca 2 Kali
Padat Karya Jogja Istimewa Dorong Akses Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat di Sendangsari

Pemerintah Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, mengusulkan Program Padat Karya Jogja Istimewa melalui Bantuan Keuangan Khusus Dana Keistimewaan (BKK DAIS) Tahun 2026. Program ini difokuskan pada pembangunan talud jalan menuju kawasan wisata Padukuhan Pereng sebagai upaya meningkatkan keamanan akses sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat setempat.

 

Padukuhan Pereng memiliki berbagai potensi wisata unggulan, seperti Wisata Among Lare, Sobo Kampung, program live in berbasis homestay warga, serta destinasi alam Goa Lawe. Potensi tersebut menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai agar semakin berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan.

 

Melalui program ini akan dibangun talud jalan penahan tanah sepanjang kurang lebih 102,9 meter di jalur menuju kawasan wisata. Pembangunan tersebut bertujuan mengurangi risiko longsor, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menjaga kelancaran akses masyarakat dan wisatawan.

 

Tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, kegiatan Padat Karya Jogja Istimewa juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan pekerjaan akan melibatkan sekitar 60 tenaga kerja lokal sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi warga sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur masyarakat Yogyakarta.

 

Dengan dukungan anggaran sebesar Rp175 juta dari Dana Keistimewaan DIY, kegiatan yang direncanakan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026 ini diharapkan mampu menciptakan akses wisata yang lebih aman dan nyaman, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan usaha masyarakat dan UMKM di sekitar kawasan wisata Padukuhan Pereng. Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara pembangunan infrastruktur, pelestarian nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Â