Nyadran Bareng, Momen Silaturahmi Seluruh Warga Padukuhan Paingan

08 Februari 2026
ERNA PUJI ASTUTI
Dibaca 27 Kali
Nyadran Bareng, Momen Silaturahmi Seluruh Warga Padukuhan Paingan

Sendangsari-- Padukuhan Paingan kembali menggelar tradisi Nyadran dalam rangka menyambut Bulan Ruwah atau Sya’ban. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi agenda rutin tahunan masyarakat Paingan, sebagaimana tradisi nyadran yang juga banyak dilaksanakan di berbagai wilayah di Jawa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sadran atau nyadran adalah kegiatan mengunjungi makam keluarga atau saudara pada bulan Ruwah untuk mengirimkan doa serta menabur bunga. Di Padukuhan Paingan, tradisi ini telah dilaksanakan sejak zaman dahulu dan terus dilestarikan hingga kini.

Jika sebelumnya nyadran hanya dilakukan dalam lingkup masing-masing RT, sejak tahun 2022 Padukuhan Paingan menggelar nyadran secara serempak yang dikenal dengan sebutan “Nyadran Bareng”. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga Padukuhan Paingan, baik yang masih menetap di wilayah padukuhan maupun warga yang sedang atau telah merantau ke luar daerah.

Rangkaian kegiatan Nyadran Bareng diawali dengan kerja bakti membersihkan makam dan lingkungan sekitar yang dilakukan oleh seluruh warga. Pada Jumat, 6 Februari (18 Ruwah), dilaksanakan ziarah ke empat makam yang ada di Padukuhan Paingan, yaitu Makam Tengah (Makam Mbah Putu), Makam Tego Teges (Makam Kyai Sumedang), Makam Mbah Gebel, dan Makam Kebo Kuning. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara muqoddaman yang diikuti oleh sekitar 60 orang peserta untuk mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz.

Puncak acara Nyadran Bareng digelar pada Sabtu, 7 Februari (19 Ruwah) di halaman Makam Tengah. Acara ini dihadiri kurang lebih 700 warga Padukuhan Paingan serta sejumlah tamu undangan, di antaranya perwakilan DPRD Kabupaten Kulon Progo, Panewu Pengasih, Babinsa Sendangsari, serta Lurah Sendangsari beserta jajaran.

Mewakili panitia Nyadran Bareng, Dukuh Paingan Maryadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga Paingan di manapun berada serta para tamu undangan yang telah berpartisipasi dan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Nyadran Bareng merupakan salah satu agenda rutin tahunan Padukuhan Paingan yang harus terus dilestarikan. Tradisi ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi dan kekompakan warga, karena acara besar seperti ini tidak akan terwujud tanpa adanya rasa kebersamaan,” ujar Maryadi. (ern)