Safari Tarawih Tingkat Padukuhan, Perkuat Kebersamaan dan Peran Tokoh Masyarakat di Sendangsari
Sendansgari - Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas ibadah. Dalam rangka menyemarakkan bulan penuh berkah tersebut, kegiatan Safari Tarawih dilaksanakan di masing-masing padukuhan dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat sebagai penggerak utama kegiatan.
Berbeda dengan pola terpusat, Safari Tarawih kali ini dilaksanakan secara mandiri di setiap padukuhan. Para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus takmir masjid setempat menjadi pelaksana utama, mulai dari penyelenggaraan shalat berjamaah hingga pengisian tausiyah Ramadan.
Di Kalurahan Sendangsari, sejumlah padukuhan melaksanakan kegiatan Safari Tarawih melalui kepanitiaan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di masing-masing wilayah. Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi dan kemandirian masyarakat dalam menghidupkan syiar Ramadan di lingkungan padukuhan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah, dilanjutkan dengan kultum atau tausiyah yang disampaikan oleh tokoh agama setempat. Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi antarwarga untuk memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian sosial selama bulan Ramadan.
Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan bahwa pelaksanaan Safari Tarawih di tingkat padukuhan memberikan dampak positif karena mampu mempererat hubungan antarwarga.
“Dengan dilaksanakan di padukuhan masing-masing, kebersamaan terasa lebih hangat. Warga lebih mudah berpartisipasi dan saling mengenal satu sama lain,” ungkapnya.
Partisipasi masyarakat terlihat antusias di setiap lokasi. Selain meningkatkan semangat ibadah, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan nilai gotong royong dan solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui Safari Tarawih tingkat padukuhan ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat religius semakin menguat di tengah masyarakat. Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah personal, tetapi juga sarana memperkuat harmoni sosial dan persatuan warga di lingkungan padukuhan.(hrd)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin